INACRAFT 2018 Sukses Digelar

01 May 2018

International Handicraft Trade Fair (INACRAFT 2018) , sukses digelar untuk yang ke-20 kalinya di Jakarta Convention Center, d ari 25-29 April 2018. Pameran Produk Kerajinan Internasional, terbesar di tanah air, bahkan di Asia Tenggara itu mencatat prestasi menggembirakan.

Hingga penyelenggaraan hari ke-4  atau pada 28 April 2018, tercatat telah berhasil mendatangkan 1.022 buyer dari 47 negara dan dikunjungi 135.000 orang dari target 200.000 orang pengunjung. Sementara itu transaksi retail sendiri tercatat mencapai  angka Rp. 110.968.300.000,- dan kontak dagang sebesar US$ 10.620.500 dari yang ditargetkan transaksi retail sebesar Rp.149 milyar, serta kontrak dagang sebesar US$ 12 juta selama penyelenggaraannya.

Pameran yang dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Muhammad Jusuf Kalla ini diikuti oleh 1.410 booth yang diisi oleh 1.700 peserta dari seluruh pelosok tanah air terdiri dari para perajin, pengusaha, produsen, dan eksportir kerajinan dan beberapa negara ikut menyemarakkan pameran  dan menampilkan produk kerajinan mereka seperti Jepang, Polandia, Uzbekistan, Korea Selatan dan beberapa negara anggota ASEAN tergabung dalam AHPADA (ASEAN Handicraft Promotion & Development Association).

INACRAFT  ke-20 ini menampilkan produk kerajinan, seni dan atraksi budaya Sumatera Utara sebagai IKON pameran dengan tema “The Loftiness of North Sumatra” mendampingi tema sentral INACRAFT “Colouring the World”.

Di samping menampilkan produk kerajinan, ikon provinsi ini juga mengisi acara pembukaan dengan pagelaran kesenian seni musik dan hiburan budaya berupa tari-tarian selama pameran.

Menurut Thamrin Bustami, Ketua Umum ASEPHI ada keistimewaan utama  dari penyelenggaraan INACRAFT tahun ini. “ASEPHI  sekaligus menerbitkan buku sejarah 20 tahun perjalanan  INACRAFT dari 120 booth di tahun pertama (1999) hingga menjelma menjadi lebih 1400 booth.

Selain itu ada special booth dari Extended Program Anggota ASEPHI yang mengikuti  Short Course Australia Award: International Business Readiness for Jewellery Design atas dukungan DFAT Australia.”

Dalam  rangka memperingati 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang ditampilkan pula kesenian dan display produk kerajinan kolaborasi Indonesia dengan Jepang.

ASEPHI juga memberikan perhatian khusus dengan memberikan  fasilitas promosi  kepada kelompok Baduy Craft Banten dan Komunitas Diffabel dari Kriya Mata Kuching Bandung.

Penyelenggaraan INACRAFT tahun depan, direncanakan DKI JAKARTA akan menjadi IKON pameran serta Negara Maroko akan menjadi The 1st Country of Honour yang didukung oleh Ministry of Tourism, Air Transportation Handi-craft & Social Economy, Kingdom of Morroco. XPOSEINDONESIA/NS Foto : Istimewa

More Pictures

Login to post comments