Sanggar GCN berkompetisi di Korea

21 September 2017

Sanggar tari dan musik Gema Citra Nusantara, Jakarta akan ambil bagian pada Andong Mask Dance Festival 2017 di Korea. Targetnya : juara.

Catatan Tentang Sanggar GCN

Sanggar Gema Citra Nusantara ( GCN ) didirikan tahun 2004 merupakan sanggar seni - terutama tari, juga musik ( yang berfungsi sebagai pengiring tari ) dengan basis kreatif seni tradisi, yang acapkali dieksplorasi menjadi sesuatu yang terlihat baru. Di bawah pimpinan Mira Arismunandar, Sanggar GCN berkembang menjadi besar, dengan idealisme mengajak masyarakat – terutama anak muda - kembali mencintai seni budaya sendiri. 

Agar anak muda menyukai seni tradisi, Mira Arismunandar – pendiri GCN dan sekaligus koreografer, memilih membuat koreografi baru, memadukan tari tradisional dengan gerakan tari ‘garapan sendiri’. Koreografi dan musik iringan tari yang baru biasanya dipakai GCN sebagai karya baru yang diikutkan di berbagai kompetisi tari ( dan musik ) maupun festival tari non kompetitif di Luar Negeri. Mira Arismunandar juga mengajar seni tari di berbagai sekolah, SMP dan SLTA di Jakarta, untuk ambil bagian dalam berbagai kompetisi dan festival serupa di berbagai belahan dunia. Seperti SMA Al Izhar, dengan anggota delegasi 15 orang, memenangi penghargaan juara 2 dan juara 4  di Llangollen International Musical Eisteddfold,Wales,  Inggris awal Juli 2017.

Menarik dicatat, Sanggar GCN juga memiliki murid dari berbagai usia, strata sosial, dan pria-wanita. Jika murid tarinya dari kalangan kurang mampu secara ekonomi, tapi memiliki bakat menari, Sanggar GCN menerimanya tanpa membayar, sebagai bentuk dukungan pada ‘anak muda’ yang berbakat seni.

Tahun 2016, GCN memenangi Lucille Amstrong Trophy, yakni Grand Prix pada 70th Llangollen International Musical Eistaddfold’ yang digelar awal Juli 2016 di Wales, Inggris.  Kostumnya perpaduan antara Ondel Ondel Betawi dengan pengaruh Budaya Cina. Saat itu GCN memenangi penghargaan Juara 1 ‘Traditional Folk Dance’, Juara 2 ‘Kategori Open Floor Dance’, Juara 2 ‘Choreographed / Stylized Dance’ dan Juara 3 ‘Cultural Showcase’, dengan kemenangan ini Sanggar GCN melalui koreografer Mira Arismunandar berhak atas trophy Grand Prix.

Awal Juli 2017 yang lalu, bersama 15 penari dari SMA Al Izhar, Jakarta, Mira Arismunandar mengantar Indonesia memenangi penghargaan Juara 2 dan Juara 3 dari 2 kategori lomba yang diikuti di Llangollen International Musical Eisteddfold 2017. Kamis ( 14/9 ) Mira Arismunandar dan pengurus GCN lainnya, Bens Leo diterima Gubernur DKI Djarot Syaiful Hidayat melaporkan kemenangan para siswa SMA Al Izhar tersebut pada Gubernur, sekaligus melaporkan rencana GCN untuk ambil bagian dalam kompetisi tari dan musik Andong Mask Dance Festival 2017 di Korea, tanggal 29 September sampai 10 Oktober 2017

‘Pemeritah Daerah Jakarta mengapresiasi aktivitas Sanggar Gema Citra Nusantara dan kegiatan Ibu Mira yang mendorong pelajar mencintai kesenian tradisional, termasuk seni tari Betawi. Untuk itu, Pemda DKI akan memberikan sertifikat pada para penari karena mereka sudah memenangi penghargaan Internasional, dan sertifikat ini akan menjadi bagian dari nilai plus  pelajar berprestasi agar bisa diterima di perguruan tinggi negeri, “ kata Gubernur Djarot.

Target Juara di Korea

Sebagai koreografer dan pimpinan 27 orang delegasi tari dan musik ke Andong Mask Dance Festival 2017, Mira Arismumandar memang tidak secara eksplisit ‘memastikan’ kemenangan Indonesia, dalam hal ini GCN pada event tari dan musik Internasional itu, tapi dari pengalaman sebelumnya, delegasi tari-musik pimpinan Mira Arismunandar itu ‘tidak pernah pulang dengan tangan kosong’ jika mengikuti kompetisi tari di Luar Negeri. Puncaknya adalah,tahun 2016 GCN diganjar penghargaan Grand Prix pada Festival Tari dan Musik Internasional di Llangollen, Wales, Inggris.
   
Untuk mendanai keberangkatan 22 penari, 3 musisi, satu penata artistik dan satu orang pimpinan delegasi, GCN mengumpulkan dana dari para donator dan dana sendiri, pada saat mengalami kritis ‘keuangan’ untuk membeli tiket pesawat sebagian penari dan pemusiknya, GCN mendapat dukungan dana dari Kementerian Pariwisata. Sementara itu, Gubernur DKI mensupport kegiatan Pencarian Dana yang digelar GCN di sebuah gedung konser di Jakarta Selatan, Sabtu ( 16/9 ), dan melalui Kepala Dinas Kebudayaan DKI yang mewakili Gubernur, Pemda DKI ikut serta dalam ‘lelang’ barang seni, “Alhamdulillah, GCN mendapat tambahan dana untuk keberangkatan delegasi tari dan musisi ke Andong Mask Dance Festival di Korea.

Satu yang penting, anak-anak – penari dan musisi – semuanya gembira dapat tampil di pagelaran taru pencarian dana dan gelar pamit ini. Mohon doanya GCN kembali bisa membawa nama baik Indonesia di pentas seni dunia,” ujar Mira Arismunandar.

Menurut rencana, tanggal 29 September, penari solo Karina L Soerjanatamihardja akan berangkat lebih dulu, tampil dalam nomor solo lewat ‘Tari Topeng Dua Watak’ ( Jawa Barat, koreografer R Noegraha Soediredja, musik Wirahma Sari Sunda ) dan awal Oktober, 25 penari dan musisi GCN akan bertolak ke Korea, berkompetisi pada ketegori grup, ambil bagian melalui nomor ‘Tari Topeng Mirah’ ( DKI Jakarta. Koreografer Mira  Arismunandar, musik oleh Altajaru dan Samsudin Kacrit ).

“GCN juga akan ambil bagian dalam gelar tari ekshibisi yang menjadi bagian penting dari event Andong Mask Dance Festival 2017. GCN akan menampilkan empat nomor tarian, ‘Nagakeo Bangkit’ ( NTT, koreografer Mira Arismunandar dan Erik Setiawan, musik Altajaru ), ‘Randai dan Piring’ ( Sumatera Barat, musik Erik Setiawan ), ‘Tari Giring Giring’ ( Kalimantan Tengah ) dan ‘Rapa’i Kipah’ ( Aceh, koreografer Mira Arismunandar dan Jufrizal ).

Menurut rencana, delegasi tari dan music GCN akan sampai Jakarta pada tanggal 12 Oktober, dan Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat yang akan mengakhiri jabatannya tanggal 15 Oktober, bersedia menerima team GCN lagi di Balai Kota, Jakarta. XPOSEINDONESOA Teks dan Foto Bens Leo

More Pictures

Login to post comments