Diskusi FIlm 2 Negara

06 June 2017

KBRI Kroasia yang menjadi Panitia Penyelenggara Indonesian Movie Week (IMW) menutup rangkaian acara IMW di Zagreb dengan menyelenggrakan diskusi terbatas antara sineas Indonesia dan sineas Kroasia.

Diskusi yang dipimpin  oleh Widjoseno Sastroamidjojo (Counsellor/Economy) dan Sandri Ghifari (Thrid Secretary) dari KBRI ini diselenggarkan di Hotel Loop Zagreb, dihadiri Slamet Raharjo, Harry Dagoe Suharyadi, Lola Amaria, Dhoni Ramadhan, Thia Yufada, Inneke Indriyani (Balinale) dan M Sanggupri M. Hum (Kemedikbud)Sementara dari  pihak Kroasia  yang datang adalah  Broris Dmitrovic (Produser), Josipa Dasonic (Lawyer), Margarita Peric ( Koordinator Prmbuat Film Kroasia).

Diskusi terbatas ini mengerucut membicarakan kemungkinan  kerja sama bidang  perfilm Indonesia di Kroasia, tentang prosedur  pelaksanaan syuting dan regulasi yang mengikatnya. Pertanyaan tentang ini gencar diutarakan Lola Amaria dan Harry Dagoe.

Broris Dmitrovic  yang juga banyak membantu pembuatan film film besar karya sineas Amerika  yang mengambil syuting di Kroasia menyebut  peluang terbuka untuk melakukan kerjasama.

"Namun Anda harus menyertakan local production house.  Kami memiliki karyawan dan  juga equipment yang memenuhi kualitas Internasional. Jika terjadi sesuatu,  maka bisa digunakan hukum Kroasia. Di luar itu harus kami katakan, pasar film di negeri kami sangat kecil. Jadi jangan mencari pasar penonton di sini!

Lola Amaria juga mempertanyakan, apakah  jika syuting dilakukan di Kroasia, maka skenario film juga harus diiukut sertakan. Pertanyaan ini dijawab tegas oleh Maria bahwa,  "Skenario wajib menjadi bagian dari aplikasi  pengajuan permohonan pembuatan film. Dan besar kemungkinan  isi skenario juga "diawasi" kami tidak mengijinkan penggunaan kata kata kasar dan mengandung  pelecehan."

Sementara itu Inneke Indriyani  (Balinale) memperkenakan program  acara Bali Internayional Film Festival yang  sudah 11 kali diselenggarakan sekaigus mengundang  Kroasia menjadi bagian dari acara festival film yang akan diselenggarakan pada 24-30 September tahun ini. "Kami masih mempunyai slot, jika Kroasia mau bergabung memperkenalkan film karya seniman Kroasia!"

Thia Yufada dalam kapasitasnya selaku wakil Sumatra Selatan yang  ikut memproduksi film Gending Sriwijaya mencuri kesempatan mempromosikan Indonesia terutama Palembang dengan mengundang Kroasia  menjadi tamu kehormatan dalam ajang Sea Games yang akan diselenggarakan di Palembang  pada 2018.

Sementara itu Slamet Raharjo menyebut, Kroasia  sangat terbuka untuk bekerja sama. "Kalau mau syuting di sana, kita tinggal  bawa sutradra dan art director , karena  ia yang akan menentukan looks film. Kroasia  siap (membantu). Asal kita jangan berpikir film  yang dibuat itu akan dijual juga di sini. Karena mereka sudah bilang  tidak punya  market. Jadi lebih baik berpikir memasarkannnya di negara lain atau menggunalan market lokal di Indonesia!"

Secara pribadi  Slamet menyebut jika pulang  ke Indonesia nanti, ia akan membuat surat kepada sekolah sekolah film di Kroasia,  dan mengajukan kerja sama  pertukaran pelajar, terutama untuk penulisan skenaria. Karena dalam pengamatan Slamet sebagai guru dan film marker,  yang terlemah dalam film Indonesia itu adalah penulisan skenario.

"Skenario kita itu masih telling the story . Padahal skenario itu showing the story.  Nah saya mungkin akan rapat di Jakarta dan mencari kemungkinan untuk exchange program." XPOSEINDONESIA / Nini Sunny dari Zagreb Kroasia

More Pictures

Last modified on Tuesday, 06 June 2017 10:17
Login to post comments