XPOSE INDONESIA

XPOSE INDONESIA

Saturday, 25 November 2017

Saturday, 25 November 2017

Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PP PON) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menjelenggarakan ajang Pentas Kreasi Anak Muda. Ajang kompetisi ini  bertujuan untuk menjadi wadah  dalam menampilkan karya kreatif generasi muda, mulai dari bidang seni tradisi dan modern (musik, rupa, tari dan satra), teknologi ( IT lunak/perangkat keras), film dan kuliner.

Ketua Panitia Acara, Belly Argo, menyebutkan, acara ini bertujuan, “untuk meningkatkan minat pemuda dalam mengembangkan kreativitas juga menjadi pemersatu antar kelompok pemuda yang berbeda keahlian dalam kreativitas,” ungkap Belly di GOR Ciracas Jakarta Timur, Kamis (23/11/2017).

Selain di Jakarta,  pentas seni yang sama dilaksanakan  pula di lima kota lain, yakni ; Parigi Moutong (Sulteng), Cilegon, Tegal (Jateng), Sidoarjo (Jatim) dan Deli Serdang (Sumut).

Salah satu juri, Batara Saragih menilai ajang tersebut merupakan terobosan jitu dalam mencari bibit berbakat dalam bidang seni apapun. “Seni tidak hanya terpaut pada tari atau nyanyi saja, namun, dalam hal lain termasuk pantomim dan melukis,” katanya.
 
Para pememang, selain mendapatkan piagam dan sertifikat,  juga mendapat hadiah  uang tunai  sebesar Rp 5 juta (juara 1), Rp 3 juta (juara 2) dan Rp 2 juta (juara 3). “Semoga ini bisa memacu mereka agar lebih kreatif lagi sehingga bisa menularkan pada yang lain,” tutup Belly lagi. XPOSEINDONESIA/NS Foto : Dokumentasi
 

Saturday, 25 November 2017

Sifat Introvert  bisa ditaklukan lewat lomba kecantikan. Itulah yang dilakukan Syella Afsari 22 tahun. “Saya mengikuti lomba  kecantikan dari  tingkat mal sampai tingkat  Nasional. Seperti ikut cover girl Majalah Aneka Yes  2013  dan dapat juara 1.  Dari kemenangan itu, saya tertantang lebih lagi untul mengali potensi diri,” ujar  Syella Afsari.

Perempuan  cantik  ini dalam waktu 4 tahun terakhir ini,  mengikuti serangkaian lomba kecantikan yang membuat dia merasa kepercayaan dirinya tumbuh lebih kuat.  Antara lain  lewat Pemilihan Wajah Femina 2014 (20 Besar)  Pemilihan Cantik Indonesia 2015  (Juara I) Pemilihan  Puteri Indonesia 2017 (Top 5).

Dari serangkaian lomba kecantikan itu yang diikutinya, menurut Syella  semua memberi manfaat positif. Namun lewat ajang Cantik Indonesia 2015  yang diselenggarakan Tras TV  dan ia meraih Juara I, kehidupan  dan karier Syella  benar-benar  berubah. “Aku dikontrak eksklusif Trans TV  jadi aku harus  kerja sebagai host, di Trans TV maupun di Trans 7.”

Dengan kontrak eksklusif Trans TV tersebut,  perempuan kelahiran Jambi, 13 Desember 1994  ini  kemudian disibukan bekerja sebagai TV Host.  “Aku bukan TV Host biasa. Aku TV Host  yang berpetualang. Aku wajib tahu sejarah, kuliner, wisata  dan sebagainya. Pekerjaannku membuat aku sering berpetualangan, bukan hanya di dalam studio dan wajib selalu pintar!” ungkap Syella.

Menurut Syella petualangan  sebagai presenter itu kadang penuh tantangan yang tak terpikirkan sebelumnya.  Misalnya, ketika harus meliput balap kerbau di Sumbawa, NTB pada 2016. Ia ternyata harus menaiki karapan kerbau . “Meski takut, aku berusaha harus bisa. Tapi, karena nggak tahu cara turun dari kerbau, ya jatuh. Tangan memar dan terkilir. Belum lagi di sana panas menyengat, kulit jadi hitam terbakar!’ katanya dengan tergelak. “Ini pengalaman sulit, Tapi aku happy! “ ucap Syella

Kontrak kerja dengan Trans TV ini memberi peluang  Syella menjadi host untuk banyak program sepanjang 2016, antara lain Insert (Trans TV), Rahasia Dapur Nenek (Trans TV), Titik Peradaban (Trans 7), Ternyata (Trans 7), Kuliner 24 Jam (Trans TV), Food n Fashion (Trans TV), Merajut Asa (Trans7) Web Series Dokumenter Cahaya Tak Berbatas (YouTube). 

Dalam setahun bekerja bersama Trans, Syella merasa  kemampuannnya bertambah dengan cepat. “Aku tadinya nggak bisa rock climbing, tidak bisa naik gunung, tidak berani balapan kerbau, tidak bisa masak,  tidak paham pemberdayaan  lingkungan, jadi tahu dan bisa semua. Aku bangga juga,  tampil di TV bukan sekadar karena cantik, tapi  bisa menginsiprasi banyak orang lewat acara tersebut!”

Dengan bekal pengalaman bekerja sebagai host selama setahun penuh, Syella tertantang untuk mengikuti lomba Puteri  Indonesia 2017 . “Kalau belum ikut ini,  rasanya masih ada yang kurang, pencapaian  saya belum maksimal.  Saya mau ikut karena merasa pengalaman bekerja sudah banyak  dan bisa dijadikan  alat perang  untuk terjun  ke Puteri Indonesia  dan menjadi Perwakilan Jambi,” katanya Jambi.

Dalam ajang pemilihan ini,  tak diduga Syella kena bully netizen. Dalam ajang yang menitik beratkan brain, beauty and behavior tersebut, Syella dinilai netizen kurang pas untuk ukuran tinggi.  “Memang banyak banget yang lebih  tinggi dari aku,” kata Syella  yang mengaku hanya memiliki tinggi 170 cm.  “Tapi itu tidak  membuat aku down dan berkecil hati. Justru aku tambah semangat. Aku justru merasa ini bisa jadi peluru.  Kalau aku tidak tinggi, aku harus munculin kelebihan lain!” turur Syella yang berhasil masuk peringkat lima di Puteri Indonesia 2017.

Syella mengaku masih  memiliki banyak impian untuk masa depannya. “Mau juga sih main film. Atau nyanyi. Saya punya beberapa lagu yang liriknya saya tulis sendiri!” ujarnya mengunci percakapan. XPOSEINDONESIA  Teks dan Foto Muhamad Ihsan

More Pictures

Saturday, 25 November 2017

Saturday, 25 November 2017

Penampilan Baim  sebagai penyanyi solo makin mengilap dan super kece. Lewat album terbarunya  bertajuk Wasowekete is a Waluwa, Baim menghadirkan 8 buah lagu, di mana 5 di antaranya merupakan lagu baru dan 2 lagu remake serta satu lagu dengan aransemen baru.

Saturday, 25 November 2017

Pemerintah Daerah Bengkulu  bersama Evry Jo berencana membuat  film yang mengangkat kisah hidup Ibu Fatmawati, Ibu negara pertama dari Presiden Indonesia Soekarno. Sukmawati Soekarnoputri, puteri keempat Fatmawati, sudah memberi lampu hijau, bahwa  film itu bisa segera dikerjakan.

Saturday, 25 November 2017

Setelah 14 tahun hanya berkiprah di belakang layar dan menjadi Kepala Sinematek Indonesia, Adisurya Abdi kembali menyutradarai  sebuah film berjudul Stadhuis Schandaal.  Film  berlatar belakang setting masa kolonial  ini melakukan syukuran dimulainya produksi film di Scenic Resto & Lounge Sahid Sudirman Center, Jakarta 17/11/2017. Hadir  bersama para pemain, kru, dan juga produser dengan ditandai dengan pemotongan tumpeng.

Saturday, 25 November 2017

Ketua Umum Perkumpulan Artis Film Indonesia (Pafindo) sekaligus Ketua Badan Perfilman Indonesia (BPI) bidang Perlindungan Hukum dan  Mediasi Bagiono Prabowo meraih dua penghargaan sekaligus dalam bulan November 2017.

Saturday, 25 November 2017

Penyanyi Asal Surabaya Angeleurenz merilis single “Saat Tak Bersamamu”  pada 10 November lalu. Videoklipnya sudah menayang di YouTube. Uniknya, ada dua versi video. Pertama versi  Bahasa Indonesia dan  kedua versi Bahasa Mandarin.

Saturday, 25 November 2017

Leny Rafael makin mengembangkan sayap bisnisnya di industri mode. Selama ini, ia dikenal sebagai designer baju kebaya untuk pesta dan pernikahan,  kini  Leny mencoba  masuk  ke jalur ready to wear dengan mengangkat keindahan Tenun Troso khas dari Desa Troso Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.