Erna Santoso Raih Penghargaan di Festival Film St. Tropez

27 June 2016

Masih ingat Erna Santoso? Mantan model dan peragawati yang kemudian terjun ke film di era 70 an itu, hingga hari ini masih tetap berkiprah di depan kamera, meski  rekan-rekan artis seangkatannya justru telah menghilang tanpa jejak.

Erna Santoso masih tetap bergerak di dunia hiburan,  yang terbaru, ia sempat berakting dalam film “From Seoul To Jakarta”, bahkan kemampuan aktingnya  di film itu diakui juri Festival Film  St. Tropez,  yang acara puncaknya berlangsung 16 Mei lalu di Perancis.

“Dalam menjalani  karier, aku mengalir seperti air, nggak ngoyo. Namun aku menjalani seni  dengan sepenuh hati,” ujar artis kelahiran 1 September 1959 ini, ketika dihubungi Jumat malam (24/6)  

Lewat film “From Seoul To Jakarta”, garapan novelis Demien Dematra, Erna berhasil menjadi Best Supporting Actress atau Artis Peran Pendukung Wanita Terbaik dari perannya sebagai Ho-Sook, wanita asli Korea Selatan.

Film ini sebelumnya memperoleh 6 nominasi: sebagai peran pembantu wanita terbaik (Erna Santoso),  peran utama wanita terbaik (Natasha Dematra), peran utama pria terbaik (Roman D Man), penulis skenario terbaik (Damien Dematra dan Ilchi Lee), sutradara terbaik (Damien Dematra), film terbaik (Damien Dematra, Ilchi Lee dan Irene Christina).

“Dalam berakting aku tidak pernah memikirkan piala. Soal kemudian diapresiasi masyarakat dan dewan juri festival, itu sebagai bonus hasil kerjaku,” ujar bintang film “Cinta Abadi” yang beredar tahun 1976 ini.

Bagi Erna, penghargaan dari St Tropez merupakan penghargaan kedua. Sebelumnya pada tahun 1977, ia meraih penghargaan Artis Terbaik di Festival Film Asia Pasifik di Hongkong lewat film “Cinta Abadi” bersama Deddy Mizwar, Ade Irawan, dan kawan-kawan.

Uniknya, penghargaan yang dimilikinya itu diraih di luar negeri. “Ya, nggak tahu kenapa yang kasih penghargaan justru juri festival film luar. Saya pikir ini soal selera saja,” kata ibunda artis Ardina Rasti ini merendah.

Erna yang tetap bugar dan awet ayu ini tengah persiapan syuting film terbaru, yang bakal syuting dalam waktu dekat.

Di tengah itu,  Erna tetap aktif menjalani mengurus Yayasan Peduli Anak (Yayasan Pena) yang setiap tahun menggelar acara buka bersama. 

“Sekarang  aku lebih banyak mengurus anak anak yang kurang beruntung, setiap tahun aku menggelar buka bersama ratusan anak yatim. Kemarin tanggal 21 Juni aku menggelar buka bersama 1000 Anak Yatim di Ancol Beach City. Alhamdulilah sukses,” katanya senang. 

Yang membuat Erna  bahagia, kegiatan Buka Bersama 1000 Anak Yatim dan diselenggarakan di pelataran Mall Ancol Beach City itu, didukung banyak lembaga baik pemerintah maupun swasta. Seperti Kementerian Sosial Pundi Amal SCTV, Jalinan Kasih NDOSIAR, Asia 18 Foundation,  Forum Wartawan Hiburan (Forwan) Indonesia , Kementerian LKH Republik Indonesia  dan lain-lain

“Syukur alhamdulilah, niat baik kita membantu anak Indonesia yang kurang beruntung mendapat dukungan banyak pihak. Ini yang membuat saya bahagia, mudah mudahan tahun depan bisa melakukannya lagi,” ujarnya.

Selain menggelar buka bersama ribuan anak yatim,  hampir setiap bulan Erna juga melakukan kegiatan sosial di masyarakat seperti mengurus panti sosial, membantu korban banjir Bandung dll.

“Setiap bulan ada saja kegiatan sosial yang saya lakukan, hanya tidak terekpsos, karena media sekarang kan kurang minati mengangkat berita yang sifatnya sosial. Lebih senang mengangkat masalah gosip yang tidak ada nilai tambahnya,’ ujar Erna terus terang.

Meski sibuk dengan aktivitas sosial, Erna tetap semangat memburu batik di seluruh nusantara untuk dikoleksi dan dijual di berbagai bazar yang diikutinya.

“Kalau ada kabar, ada batik di pelosok Tanah Air yang bagus, saya pasti sambangi. Kalau memang bagus pasti saya beli dalam jumlah banyak, untuk saya pamerkan dan jual di bazar maupun butik,” jelas Erna.  “Hasilnya lumayan loh, selain mengisi kesibukan hari tua, bisa untuk refresing juga,” pungkasnya.XPOSEINDONESIA/NS- Foto  Istimewa

More Pictures

Last modified on Monday, 27 June 2016 07:00
Login to post comments