Anna Mariana Terus Berjuang Untuk Wastra Nusantara

28 May 2018

Anna Mariana  tidak pernah henti berjuang untuk mengembangkan tenun dan songket Indonesia.  Lebih dari 35 tahun ia bergerilya,  merintis, melahirkan, mempromosikan dan mengembangkan tenun dan songket  sebagai warisan budaya bangsa. Salah satunya cara ia mempromosikan kreativitasnya adalah dengan mengisi acara  televisi, seperti yang dilakukannya lewat  acara ‘Selamat Pagi Indonesia Akhir Pekan’ di Metro TV, Kebon Jeruk, 27 Mei 2018.

Untuk mengisi acara live setengah jam yang dikomando Anggi  Hasibuan dan Najla Hilabi itu,  Anna bukan hanya mempersiapkan diri sendiri, ia mengajak  dan menerbangkan tiga penenun  binaannya dari Bali. “Sekaligus juga mengangkut tiga jenis alat tenun  dan empat model yang akan memeragakan baju koleksi saya  ke studio Metro TV!”   kata Anna lagi.

Dalam acara berjudul ‘Mengenal Kain Tradisonal’ itu, Anna menerangkan banyak hal, termasuk bagaimana  proses perjalanan selembar benang hingga menjadi jadi selembar kain tenun, juga bagaimana Anna membuat para pengrajin betah menjadi anak asuhnya.

“Mereka saya beri bahan dasar, wajib diberit gaji, agar pengrajin bisa bekerja dengan baik  dan menghasilkan karya terbaik!” kata Anna  yang telah menghasilkan karya monumental Tenun dan Songket  khas Betawi  sejak tiga tahun lalu.

Khusus untuk  menyambut Lebaran 1439 H, Anna Mariana, mengaku menerima cukup banyak pesanan  pakaian dengan bahan tenun dan songket Betawi. 

“Ada kenaikan sekitar 20 persen. Permintan ini bukan hanya dari kaum muslim yang merayakan lebaran, namun juga dari non muslim yang  ingin bersilaturahmi ke  kerabat maupun atasan mereka di hari Idul Fitri! Kalau dulu-dulu permintaannya  ingin menggunakan bahan tenun  NTT atau dari daerah lain, kini mereka minta bahannya dari  tenun  dan songket Betawi!” ujar Anna Mariana lagi.

Anna bersyukur, tiga tahun berjuang melahirkan, mempromosikan dan membesarkan tenun dan songket Betawi,  akhirnya kehadirannnya mulai diketahui publik. “Masyarakat semakin mengenal dan mulai mau menggenakannya!” ujar  Bendahara Umum dari Lembaga Kebudayaan Betawi yang sedang mempersiapkan baju seragam untuk sejumlah instansi pemerintah dan perusahaan airlines ini.

Keberhasilan Tenun dan Songet Betawi, diharapkan Anna juga menular pada kreativitasnya yang berikut. “Saya sedang menggarap tenun dan songket Papua, Solo dan Yogya. Khusus hasil karya untuk tenun dan songket khas daerah Solo, sudah diperlihatkan dan diserahkan kepada Ibu Sudjiatmi, Ibunda dari Pak Jokowi, juga Bapak dan Ibu Jokowi, karena beliau  sangat peduli dan mencintai budaya dan wastra tradisional." 

Menurut Anna, "Penyerahan tenun  dan songket Solo ini bertujuan agar mendapat petunjuk serta advice langsung dalam hal pengembangan motif, design, pewarnaan juga kualitas produk. Alhamdulillah ternyata mendapat sambutan dan apresiasi luar biasa. Dalam hal  design, motif, warna, dan kualitas tenun dan songket Solo yang dibuat, ternyata  sudah dianggap sempurna. Mereka juga berharap produk tradisional tenun dan songket Solo dan Yogya yang akan datang, bisa berkembang lebih baik dan lebih luas di daerah masing-masing,” ujar isteri dari Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha, SH, MS, MSc,

Menurut Anna, satu  hal yang tidak akan pernah lelah untuk terus diperjuangkannnya dalam mendalami dunia wastra ini adalah melahirkan adanya Hari Tenun dan Songket Nasional sama seperti Hari Batik Nasional. “Semoga Pemerintah dan Presiden  Jokowi berkenan  mewujudkan dan membuatnya menjadi legal!” kata Anna mengunci percakapan XPOSEINDOESIA NS/Foto Muhamad Ihsan


Simak lengkap video

http://video.metrotvnews.com/selamat-pagi-indonesia/Rb1Vmvlk-mengenal-kain-tradisional-indonesia-1
http://video.metrotvnews.com/selamat-pagi-indonesia/DkqLld6b-mengenal-kain-tradisional-indonesia-2
http://video.metrotvnews.com/selamat-pagi-indonesia/dN6EA8rK-mengenal-kain-tradisional-indonesia-3

More Pictures

Last modified on Monday, 28 May 2018 15:35
Login to post comments