Ada Ulos Terpanjang Sedunia di Festival Danau Toba 2014

19 September 2014

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Sapta Nirwandar didampingi Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, Bupati Tobasa Kasmin Simanjuntak, dan tokoh masyarakat Batak TB Silalahi memukul gong secara bergantian sebagai tanda dibukanya acara Festival Danau Toba (FDT) 2014 di Kompleks TB Silalahi Center (TBSC) Balige-Tobasa, Rabu (17/9).

Sekitar 10 ribu rakyat Sumut bertepuk tangan gemuruh, ratusan burung merpati diterbangkan dan baliho merah putih turun dari atap Museum Batak menyambut pesta tahunan rakyat Batak selama 5 hari (17-21 September) yang pada tahun ini menempatkan Tobasa sebagai tuan rumah.

Pada acara pembukaan ditampilkan berbagai atraksi budaya hingga atraksi paramotor atau paralayang. Atraksi  paralayang ini menggunakan mesin baling-baling serta bentangan kain ulos terpanjang di dunia, yakni  sepanjang 450 meter  dan dicatatkan dalam rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).

Ulos Sadum diarak 270 siswa SMU Balige di sepanjang jalan Dr. TB Silalahi di Desa Pagar Batu hingga pintu masuk kompleks TB Silalahi Center.

Setelah acara pembukaan di Kompleks TB Silalahi Center,  ulos sadum berwarna hitam dengan corak khas Batak itu diarak lagi ke lapangan Sisingamangaraja yang menjadi pusat keramaian rakyat yang menampilkan stan-stan setiap kabupaten yang menampilkan produksi unggulan dan ekonomi kreatif, panggung rakyat, karnaval budaya, dan aneka jajanan dan jualan.

Sebelumnya, Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho selaku panitia provinsi di FDT itu menjelaskan, ulos tersebut adalah karya 20 penenun yang ada di kawasan Danau Toba binaan Bank Indonesia Wilayah Sumut-Aceh dan dikerjakan selama lebih kurang 8 bulan.

Untuk lebih menyemarakkan even pariwisata itu Bank Indonesia memilih memajangkan ulos tersebut di FDT 2014 yang untuk pertama kali dilaksanakan di Balige atas gagasan Letjen (Purn) DR TB Silalahi SH yang sejak beberapa tahun lalu menyelenggaraka atraksi budaya secara rutin di Museum Batak untuk pelestarian budaya Batak sekaligus menjadi daya tarik wisatawan agar kembali ramai di kawasan Danau Toba.

Di awal pembukaan, Wamenparekraf menyampaikan rasa puasnya setelah menyaksikan pagelaran budaya yang dipentaskan anak-anak usia sekolah secara bergantian mulai dari tarian martumba oleh anak-anak usia dini dan atraksi margala atau permainan anak-anak Batak di masa lalu yang nyaris tidak pernah dimainkan anak-anak masa sekarang. Para remaja muda usia pun telah mampu menampilkan tor-tor asli sekaligus ritual maminta gondang.

"Saya harus mengakui, penampilan FDT hari pertama ini di Museum Batak cukup fantastis. Tapi saya tidak heran karena FDT kali ini digelar di Tobasa merupakan gagasan TB Silalahi yang sangat dikenal sebagai sutradara kawakan. Pak TB telah berpengalaman menggagas sekaligus menyutradarai berbagai even besar di tingkat nasional maupun internasional, salah satunya yang paling fantastis adalah menggelar opening ceremony Sea Games (ajang olah raga tingkat ASEAN) beberapa tahun silam," ujarnya yang disambut tepuk tangan ribuan hadirin.

Hadir pula pada acara pembukaan itu Bupati Taput Nikson Nababan, Bupati Tapteng Bonaran Situmeang, Wabup Humbas Marganti Manullang bersama Kajari Humbahas HR Batubara SH, Ketua DPRD Tobasa Sahat Panjaitan, Kajari Tobasa Harly Siregar SH, Kadis Tarukim Provsu Dr Binsar Situmorang SH dan Kadisnakertrans Provsu Bukit Tambunan serta para pejabat dari kabupaten/kota lainnya.

Sapta Nirwandar lebih lanjut menjelaskan, pemerintah terus mendorong even-even kepariwisataan di tanah air agar terus digalakkan secara rutin untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan termasuk ke kawasan Danau Toba.

"Secara khusus kementerian pariwisata sangat mengapresiasi upaya pak TB Silalahi selaku tokoh nasional asal Tobasa yang sejak dulu sampai sekarang rutin dan tidak kenal lelah menciptakan objek wisata baru seperti Museum Batak. Kemudian TB Silalahi Center secara rutin tiap tahun menggelar atraksi-atraksi seni budaya sehingga daerah asalnya Balige ini sudah menjadi ikon objek wisata baru di Tobasa," ujarnya.

Sementara itu, TB Silalahi yang didaulat memberi sambutan mengatakan, pihaknya setiap tahun menggelar perlombaan seni budaya di Kompleks TB Silalahi Center untuk merangsang anak-anak sekolah serius mempelajari tor-tor sebagai tari klasik Batak Toba, lomba mangandung, marhasapi dan lain sebagainya yang merupakan warisan leluhur Batak yang sudah jarang dipertunjukkan.

"Budaya harus tetap dilestarikan dan dikembangkan sebagai jati diri. Selain itu bisa jadi potensi besar meningkatkan kepariwisataan yang ujung-ujungnya meningkatkan pendapatan masyarakat maupun pemerintah. Jadi pelestarian budaya yang efektif harus dibudayakan sejak usia dini agar menjadi kebiasaan," ujar pak TB.

Secara terpisah, di Lapangan Sisingamangaraja XII, Bupati Tobasa Kasmin Simanjutak bersama unsur pimpinan daerah dan tokoh adat memberikan seperangkat pakaian kebesaran adat Batak Toba kepada Wamen Parekraf Sapta Nirwandar dan Gubsu Gatot Pujo Nugroho di hadapan pengunjung yang diperkirakan panitia mencapai 10 ribu lebih.

Kadis Pariwisata Tobasa Ultri Simangunsong menjelaskan, even FDT hari kedua pada hari Kamis tanggal 18 September antara lain menggelar permainan tradisi seperti marultop dan monsak (pencak silat) Batak, marjalengkat, margala dan martumba serta penampilan kuliner khas dan kreatif dari kawasan Danau Toba.

Malam harinya, FDT juga akan dimeriahkan seni budaya dan Opera Batak berkisah tentang asal mula terjadinya Danau Toba menurut legenda yang dipuncaki penampilan artis lokal dan ibukota, penampilan lawak dan sulap. "Untuk masyarakat diharapkan hadir beramai-ramai menyaksikan tontotan spektakuler yang gratis di Balige," ujar Ultri. XPOSEINDONESIA Teks dan Foto : ANTARA FOTO/Edy Regar

More Pictures

Login to post comments