Fenomena ‘Direct Selling’ Album ‘Sujud’ Renny Djajoesman

13 June 2016

Data menunjukkan penjualan fisik album rekaman berbentuk CD menurun, di era penjualan digital. Tapi  album religi Islami ‘Sujud’ Renny Djajoesman menembus penjualan fantastis melalui  sistem ‘direct selllng’.

Album Religi Musisi Indonesia

Music lovers di Indonesia mengenal musisi dan penyanyi perekam lagu-lagu Religi seperti Bimbo, Haddad Alwi, Opick, GIGI, Ungu, grup nasyid Snada, Prass Audiensi, Wali, Repvblik, Merpati, Fadly ‘Padi / Musikimia’ atau Duta ‘Sheila on 7’ yang menjadi bintang tamu rekaman single Haddad Alwi tatkala penyanyi dan komposer religi asal Solo itu masih terikat dengan Sony Music.

Nama  Bimbo populer karena  bisa melahirkan lagu  Religi Berlirik Universal, tak terikat dengan agama tertentu, dan tak terikat dengan ‘waktu lebaran’ seperti lagu ‘Tuhan’, sedang album teligi lainnya yang terkenal dari Bimbo adalah Sajadah Panjang. Dalam penulisan lirik, Bimbo banyak dibantu oleh Taufik Ismail dan Iwan Abdulrahman

Penyanyi solo  Haddad Alwi populer karena penjualan albumnya yang mencapai 2 juta copies melalui lagu ‘Cinta Rasul’ ( 1999 ) yang melahirkan penyanyi Religi perempuan Sulis, sukses itu mengantar Haddad Alwi teken kontrak dengan Sony Music melahirkan album The Way of Love ( 2005 ) dan mengantar Haddad Alwi berduet dengan 2 vokalis andalan Sony, Duta ‘Sheila on 7’ lewat lagu ‘Insan Utama’, duet dengan Fadly ‘Padi / Musikimia’ untuk lagu ‘Doaku’. Haddad Alwi juga pernah berduet di lagu religi Islami bersama Gita Gutawa dan Tasya, kebetulan keduanya saat itu pas berada di bawah kontrak Sony Music Indonesia.

Opick menjadi fenomenal karena banyaknya lagu hits yang lahir dari tangannya, seperti ‘Tombo Ati’, Takdir’ ( dinyanyikan dengan Melly Goeslaw ), ‘Ayat Ayat Cinta’ ( Rossa ), ‘Maha Melihat’ ( berduet dengan Amanda. ). Diluar lagu Religi Islami, nama Opick sebagai komposer juga diperhitungkan tatkala melahirkan lagu hits ‘Dealova’ yang dinyanyikan eks vokalis Dewa, Once Mekel

Bintang musik religi dari formasi band adalah GIGI, antaralain melalui lagu ‘Perdamaian’ dan ‘Pintu Surga’ yang dirlis sekitar tahun 2007, Sejak saat itu GIGI memasuki rekaman lagu-lagu religi, dan bahkana sejak hampir sepulUh tahun lalu, GIGI menggerakkan industri panggung lagu religi melalui program tour Ngabuburit-nya yang saban tahun disponsori paberik rokok itu. Pada tanggal 12 Juni yang lalu, GIGI membuka show Ngabuburit-nya di Jawa Barat, dan sudah tercatat akan manggung di 9 kota kabupaten. 

Kolaborasi dengan Musisi Asing

Musisi Luar Indonesia yang sangat kondang namanya di Indonesia adalah Debu, gabungan musisi Amerika dan Indonesia, yang ke panggung membawakan tema tema lagu Perdamain, Cinta dan Persembahan pada Tuhan, Debu yang dibangun di Jakarta tahun 2001 mengaku mencinta Indonesia karena keragaman budayanya, karena itulah, di sekitar Jabodetabek – tempat Debu bermarkas -, lahir karya-karya mereka dalam teks Bahasa Indonesia ( 5 album ) dan satu album rekaman berbahasa Turki. Mustafa Daood dan kawan-kawan melakukan eksplorasi musik diatonik Barat dengan diwakili gitar flamenco, biola dan bas gitar elektrik serta set drum, sementara beberapa alat perkusif seperti jimbe, tambura, oud,  sebagian instrumen dari Timur Tengah sedang suling Sunda mewakili alat musik daerah di Indonesia. Karenanya eksplorasi musik Debu dianggap mewakili genre musik Spiritual ( karena lirik religinya ), dan World Music – paduan musik Barat dan Timur..

Solois kelahiran Lebanon tanggal 16 Juli 1981 bernama Maher Zain, juga populer di Indonesia karena dalam 4 tahun terakhir ini, hampir selalu ke Indonesia dan berduet dengan Fadly ‘Padi / Musikimia’ bahkan berdua kadangkala melakukan tour ke Malaysia. Maher Zain dikenal sebagai penyanyi, pencipta lagu dan produser, pembawa lagu-lagu religi bergenre R&B dan soul, yang kemudian disebut orang sebagai pembawa genre ‘Modern Islamic Music’. Albumnya yang paling kondang adalah Thank You Allah dirilis tahun 2009 dan Forgive Me, April 2012. Salah satu superhitsnya berjudul ‘Assalamu Alayka’.

 Industri Musik Indonesia diuntungkan dengan kahadiran musisi asing ini, karena secara tidak langsung mereka bisa mempopulerkan nama Indonesia ke dunia Internasional melalui kolaborasinya dengan musisi Indonesia, sementara mereka masuk ke wilayah Indonesia dengan sangat sadar, karena negeri ini adalah lahan basah Industri Musik Religi Islami, karena mayoritas pendudukanya yang beragama Islam.

‘Sujud’ Renny Djajoesman – 1 bulan 2.100 CD

Penyanyi dan pencipta lagu perempuan yang terjun ke dunia musik religi tak kalah banyaknya, antaralain yang ‘cukup bicara’ adalah Rossa menyanyikan soundtrack ‘Ayat Ayat Cinta’, Gita Gutawa diajak duet dengan Haddad Alwi melalui lagu ‘Salam Ramadhan’, Tasya juga duet dengan Haddad Alwi, Melly Goeslaw berduet  dengan Opick lewat lagu ‘Takdir’ dan beberapa penyanyi pop dan dangdut yang merilis album  dan single religi seperti Zaskia Gotik, Inul Daratista, pendatang baru Ratu Zy ( mnyanyikan lagu karya Oppick ‘Ya Ilahi’ dan ‘Buka Mata Buka Hati’ ) serta Anna Ratnaningrum membawakan karya Amiroez / Ocka Maya

Salah satu yang mengejutkan adalah, penjualan album religi Islami ‘Sujud’ Renny Djajoesman. Album ini dibuat Renny melalui  hasil perenungan, juga ambisi Renny Djajoesman untuk come back di dunia rekaman melalui lagu-lagu religi Islami, terutama setelah Renny lebih serius mepelajari Islam. 

Materi album ‘Sujud’ menjadi menarik karena melibatkan banyak musisi dari ragam profesi, genre musik, dan popularitas. Dari pencipta lagu misalnya, didapati nama-nama populer seperti Fariz RM ( lagu ‘Dekap Kasih’ ), gitaris rock Edi Kemput ( ‘Heningku’ ), instruktur vokal dan vokalis Amiroez menulis lagu ‘Izinkan Aku’ bareng Ocka., puisi ‘Doa’ karya almarhum Chairil Anwar dimusikalisasi oleh vokalis pop rock Willy Sabena dan pemain keyboards musik bernuansa jazz, Nita Artsen.

Ivanka ‘bassist Slank membuat aransemen lagu ‘Biarkan Kami’ karya Willy Sabena dan ‘Izinkan Aku’ ( Amiroez / Ocka ), Kaka ‘Slank’ menjadi teman duet Renny Djajoesman pada lagu ciptaan Willy Sabena / Gus Mus, lady rocker Mel Shandy ikut menyanyi dengan Al Zastrouw dan Renny Djajoesman pada lagu ‘Kidung Anak Negeri’ karya Zastrouw. ‘Kiri dan Kanan’ dikarang oleh pekerja teater Derry Oktami. Lagu ‘Petunjuk’ ditulis dan diaransemen DendyJava Finger’ dan lagu pada track pertama ditulis oleh pencipta lagu perempuan Lies Hadi, judul lagunya ‘Hanya Kepada-Mu Aku Bergantung’ dengan aransemen gitris Edi Kemput.

Renny Djajoesman adalah penyanyi rock yang ditemukan oleh almarhum Harry Roesli. Latar belakangnya sebagai pemain teater bisa dipastikan memudahkan Renny menafsirkan lirik, yang ‘berbau sastra’ sekalipun seperti lagu ‘Doa’ karya Chairil Anwar. Sementara itu, peran peyanyi tamu yang kondang seperti Kaka ‘Slank’, Mel Shandy dan Ustadz Al Zastrouw, bisa dikatakan unik dan bagus, tapi mungkin lumayan merepotkan pada penjadwalan jika sewaktu-waktu seluruh pendukung album ini harus manggung. Ini berkaitan dengan kepadatan jadwal penyanyi tamu itu pada profesi induknya baik pada Kaka vokalis Slank, Mel yang menetap di Bandung dan Zastrouw yang mungkin akan sibuk dengan urusan dakwahnya.

Tapi, Renny Djajoesman memang memiliki sense of friendship yang mumpuni. Dibuktikan dengan caranya mengomandani komunitas Musisi Penyanyi Bela Negara ‘Indonesia Kita’ yang total berjumlah 60-an orang, sepanjang setahun berjalan ini terlihat aman-aman saja. 

Dengan sejumlah catatan di atas, 18 Mei yang lalu, album ‘Sujud’ ini dirilis di Kandang Jurang Dik Doank, Ciputat dan audiens yang hadir  beragam. Ada Ibu Ibu Kelompok Pengajian, Kelompok Perempuan Selebiiti yang dipimpin senior peragawati / penulis puisi Ratih Sanggarwati, sastrawan Yudhistira Ardi Nugraha, Letjen Ediwan Prabowo – Penasihat Indonesia Kita, dan sejumlah wartawan. Menarik dicatat, di tengah aktivitas launching album itu, silih berganti audiens memesan CD, ada yang 10, 20, 50, 100.......hingga total laku 500 CD. Sepekan sebelum album ‘Sujud’ akan dirilis, biro perjalanan Umroh dan Haji Al-Amin membeli 400 CD.

“Ini memang rejeki kami yang membuat rekaman album Sujud, belum genap sebulan album dirilis, kini sudah terjual duaribu seratus CD, yang mengapresiasi karya kami ini beragam. Pangdam Pattimura, Bupati Masohi, Lions Club, GMI Bandung, Granat, teman temannya Ratih Sang, Majelis Islam Ambon juga Cordova, “ kata Renny Djajoesman. ....

Jadi? Tidak ada yang tidak mungkin melego fisik album, apalagi jika dikaitkan dengan ‘momentum puasa’ yang cuma satu bulan.  Musik religi Islami tepat jika dititip jual melalui biro Perjalanan Umroh dan Haji. Uang Rp. 30.000 – Rp. 50.000,- / CD tidak ada artinya jika ‘disisipkan’ sebagai gift ongkos Haji /Umroh yang rata-rata berharga di atas Rp. 25 juta. Lalu, manfaatkan juga pertemanan. Kita bermain dari sisi logika.....Dan Renny Djajoesman telah membuktikannya. ‘Sujud’ menjadi laris-manis........

Fenomena penjualan “direct selling” album ‘Sujud” dengan label “Digiwave ini dibahas lebih khusus oleh para sahabat Renny Djajoesman seperti Ivanka Slank, Willy Sket, Yudishtira A. Nugraha, Eva (puteri Chairil Anwar), Bens Leo, Jawa  Maliq & D'Essentials, Dr. Ngatawi  al-Zastrouw, Rummy Aziez, artis dan  Musisi yang tergabung dalam I.Ki (Indonesia Kita) juga Krisna (Prambors) sebagai moderator,   dalam sebuah acara ‘Bedah Album’ di Masjid Agung Pondok Indah Jakarta, 13 Juni 2016./XPOSEINDONESIA - Bens Leo Foto : Ihsan

More Pictures 

 

Last modified on Tuesday, 14 June 2016 06:47
Login to post comments